Sebagai orangtua, pasti kita sangat bahagia melihat anak-anak bisa main bersama, apalagi saling tukar mainan. Tapi ketika anak-anak mulai ribut karena saling rebutan mainan, Anda tidak perlu memarahi anak yang memang jelas-jelas mengambil mainan yang bukan miliknya. Karena tahukah Anda? Anak usia Balita menganggap semua benda adalah miliknya dan sebenarnya anak ingin mengatakan sesuatu ketika ingin mengambil benda yang bukan milliknya, tapi tidak tahu harus mengatakan apa. Jadi apa yang harus Anda lakukan?

Ajarkan Anak tentang Hak Milik  

Menurut psikolog anak dan keluarga Anna Surti Ariani M.Psi., pada anak 1-3 tahun, biasanya semua sesuatu yang dipegang adalah miliknya. Tapi, anak bisa diajari benda ini punya bunda, punya adik, punya ayah, atau punya kakak. Kalau misalnya bunda mau ambilkan baju anak, bisa lho disampaikan ke anak, "Lihat ya, bunda ambilkan baju kamu. Kalau yang di lemari ini baju ayah”. Dengan begitu dia tahu ada pemilik lain dari baju itu.

Ajarkan Anak untuk Berkomunikasi

Jika anak berantem, katakan pada si kecil untuk berusaha menyampaikan apa yang dia pikirkan. Biasanya anak berantem seringkali karena dia mau menyampaikan sesuatu tapi tidak tahu apa yang akan dikatakan. Hingga ketika ingin meminjam mainan teman akhirnya dengan merebut.

Jadi, daripada merebut, mari kita ajarkan anak mengatakan “Aku boleh pinjam mobil-mobilannya?”. Perlu dilatihkan langsung supaya anak terampil, bisa mengatakan apa yang ada diinginkannya.

"Yang kita latih ke anak kalau ada temannya yang ambil mainan, anak coba tanyakan 'Kamu udah bilang pinjam belum?'," tutur Nina.

Lalu bagaimana dengan anak yang sudah lebih besar tapi masih berebut mainan sampai berantem? Saat itu terjadi, bicarakan berbagai kemungkinan solusi. Misalnya anak berantem, kita tanya siapa yang memulai duluan. Lalu, baiknya bagaimana, apakah bisa mainannya dimainkan bersama supaya tidak berantem lagi.


Tapi kadang, anak pun tetap tidak mau dan ingin main sendiri. Kalau begitu, supaya mereka tidak berantem lagi, kita tanya siapa yang memainkan duluan dan apa alasannya. Memang ini tidak mudah dan menguji kesabaran. Tapi ketika anak diberi pertanyaan satu-satu seperti itu, anak bisa menelaah proses berpikirnya.
 

Selalu praktikkan dalam keseharian untuk meminta izin meminjam sesuatu, sehingga anak belajar menyadari hak milik dan belajar menyampaikan hal yang ada dalam pikirannya. Termasuk dalam menerapkan aturan, sampaikan pada anak jika temannya ingin mengambil mainan, temannya juga harus meminjamnya.
 

Bagaimana? Sudah siap membiarkan anak-anak bermain dengan akur? Tentu saja. Tapi ingat untuk selalu memastikan lantai tempat anak bermain wangi dan bebas kuman. Gunakanlah So Klin Lantai setiap kali Anda mengepel rumah. Anda bisa memilih varian wangi aromatic spa So Klin Lantai sesuai selera. Selain itu, Aromatic Boosters pada So Klin Lantai akan membuat ruangan tetap wangi hingga 12 jam. Dan sekarang Anda bisa melakukan aktifitas lain selama anak-anak bermain.